Cerita di Balik Kemudi: Disponsori Hadiah Liburan dari Kantor

"Mungkin tulisan ini sedikit terlambat. Perjalanan ini sudah lama berlalu, tetapi kenangannya masih sangat membekas hingga hari ini."
Sebagai seorang ibu yang sehari-hari bekerja di bidang finance, accounting, dan pajak, rutinitas sering kali membuat saya begitu fokus pada pekerjaan. Laporan keuangan, rekonsiliasi, perpajakan, meeting, hingga berbagai deadline menjadi bagian dari keseharian saya. Tanpa saya sadari, saya hampir lupa bahwa keluarga juga membutuhkan waktu untuk menciptakan kenangan bersama.
Saya pernah mendengar sebuah kalimat yang mengatakan bahwa anak-anak mungkin tidak akan mengingat semua mainan yang pernah kita belikan, tetapi mereka akan selalu mengingat waktu yang kita habiskan bersama mereka. Saat itu saya belum begitu memahami maknanya.
Sampai akhirnya saya mendapatkan kesempatan mengikuti program liburan selama satu minggu yang diberikan oleh PT Excellent Infotama Kreasindo.
Saat menerima kabar tersebut, saya benar-benar merasa bersyukur. Mungkin bagi sebagian orang, ini hanyalah program liburan. Namun bagi saya, kesempatan ini menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Saat itu saya sudah menikah dan memiliki seorang anak yang baru berusia sekitar dua setengah tahun. Dari kantor sebenarnya ada arahan agar tujuan liburan tidak ke kota-kota besar, melainkan ke daerah yang lebih tenang dan jarang dikunjungi. Harapannya, kami dapat merasakan pengalaman yang berbeda, mengenal tempat-tempat baru, dan menikmati liburan dengan lebih bermakna.
Saya harus mengakui bahwa saya memilih Bandung sebagai tujuan perjalanan. Untuk itu saya ingin meminta maaf kepada manajemen apabila pilihan saya saat itu kurang sesuai dengan tujuan program.
Namun, saya memiliki alasan yang sangat sederhana.
Bagi sebagian besar orang, Bandung mungkin merupakan kota wisata yang sudah sangat sering dikunjungi.
Tetapi tidak bagi saya.
Sejak lulus SMK, kehidupan saya lebih banyak dihabiskan untuk pekerjaan. Saya tidak memiliki banyak kesempatan untuk berlibur atau menjelajahi berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Bandung yang jaraknya tidak terlalu jauh pun belum pernah saya kunjungi.
Karena itulah, ketika perusahaan memberikan kesempatan ini, saya langsung berpikir,
"Inilah saatnya saya mengajak keluarga kecil saya membuat kenangan bersama."
Sejujurnya, kalau bukan karena kebijakan liburan satu minggu dari perusahaan ini, mungkin sampai hari ini saya belum tentu pernah pergi ke Bandung. Bukan karena tidak ingin, tetapi karena biaya liburan keluarga tentu tidak sedikit dan selalu ada kebutuhan lain yang harus diprioritaskan.
Perjalanan kami dimulai menggunakan mobil Karimun berwarna biru muda yang saat itu masih baru. hehe..
Liburan ini juga menjadi perjalanan jauh pertama bagi suami saya setelah belajar mengendarai mobil.
Kami pun memulai perjalanan menuju kawasan Ciwidey.
Semakin mendekati Ciwidey, jalan mulai berkelok mengikuti kontur pegunungan. Tanjakan, turunan, dan tikungan tajam menjadi tantangan baru bagi kami.
Bahkan di salah satu tanjakan, mobil kami sempat mati dan mundur beberapa meter.
Rasanya panik sekali saat itu.
Namun sekarang kalau mengingatnya, kami justru tertawa.
Karena ini merupakan perjalanan jauh pertama suami mengendarai mobil di jalur pegunungan, cara mengemudinya saat itu masih belum begitu mulus. Mobil beberapa kali terasa sedikit menghentak ketika melewati tikungan dan tanjakan.
Akibatnya...
Saya dan anak kami malah mabuk perjalanan.
Dan akhirnya...
Kami berdua "jackpot". 🤭
Ya, kami muntah di tengah perjalanan.
Saat itu tentu rasanya tidak menyenangkan. Namun sekarang kejadian tersebut justru menjadi salah satu cerita paling lucu yang selalu kami kenang setiap kali membahas liburan ini.
Di balik semua kepanikan itu, saya belajar bahwa perjalanan keluarga memang tidak harus selalu sempurna. Justru cerita-cerita kecil yang tidak direncanakan sering kali menjadi kenangan yang paling membekas.

Setelah melewati perjalanan yang cukup menantang, kami tiba di kawasan Ciwidey dan mengunjungi Ecopark Curug Tilu.
Pemandangan alam yang hijau, udara pegunungan yang sejuk, dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota membuat semua rasa lelah perlahan menghilang.
Kami kemudian menginap di sebuah cabin sekaligus glamping yang suasananya benar-benar menenangkan.
Yang paling saya ingat adalah pemandangan di depan penginapan. Sebuah sungai berbatu mengalir dengan air yang jernih, menghadirkan suara gemericik yang begitu menenangkan sejak pagi hingga malam hari.
Rasanya seperti diberi kesempatan untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan.
Melihat anak kami yang saat itu masih berusia dua setengah tahun bermain dengan riang di alam terbuka menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Keesokan harinya, perjalanan kami kemudian berlanjut menuju Lembang Park & Zoo.

Lagi-lagi kami harus melewati jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Namun kali ini kami sudah jauh lebih siap menikmatinya.
Sesampainya di sana, melihat wajah anak kami yang begitu antusias melihat berbagai macam satwa membuat semua rasa lelah selama perjalanan benar-benar terbayarkan.
Saat itulah saya mulai memahami bahwa kebahagiaan orang tua ternyata sangat sederhana.
Melihat anak tersenyum.
Melihat pasangan menikmati perjalanan.
Dan bisa menghabiskan waktu bersama tanpa memikirkan pekerjaan.

Sebelum perjalanan kami berakhir, kami masih menyempatkan diri mengunjungi Mini Mania di Bandung. Tempat ini benar-benar unik karena menghadirkan miniatur berbagai bangunan ikonik dari berbagai belahan dunia.
Berjalan di antara miniatur-miniatur tersebut rasanya seperti sedang diajak berkeliling dunia dalam satu hari. Ada bangunan-bangunan khas Eropa, ikon dari Singapura, hingga berbagai landmark yang selama ini hanya saya lihat melalui televisi atau internet.
Sejak mengunjungi tempat ini, saya jadi punya bahan bercanda.
Kalau ada yang bertanya,
"Sudah pernah ke Paris belum?"
Saya bisa menjawab sambil tersenyum,

"Sudah dong..." 🤭
"Kalau ke Singapura?"

"Sudah juga..." 😄
Walaupun... tentu saja masih versi Mini Mania.
Candaan sederhana itu selalu membuat kami tertawa ketika mengingat perjalanan ini. Dari sini saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari perjalanan yang jauh atau mahal. Kadang, tempat yang sederhana pun mampu menghadirkan tawa, kebersamaan, dan kenangan yang akan terus kami ceritakan di kemudian hari.
Melihat anak kami yang saat itu baru berusia dua setengah tahun berlarian dengan penuh rasa ingin tahu sambil sesekali menunjuk miniatur bangunan membuat saya semakin menyadari bahwa anak-anak tidak selalu membutuhkan liburan yang mewah. Yang paling mereka butuhkan adalah kehadiran orang tuanya untuk menemani mereka mengeksplorasi dunia, sekecil apa pun dunia itu.
Mungkin suatu hari nanti ia tidak akan mengingat setiap tempat yang kami kunjungi. Namun saya berharap ia akan selalu merasakan bahwa masa kecilnya dipenuhi cinta, tawa, dan waktu berkualitas bersama ayah dan ibunya. Dan bagi saya, itulah oleh-oleh terbaik dari perjalanan ini.

Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh manajemen PT Excellent Infotama Kreasindo yang telah menghadirkan kebijakan yang menurut saya sangat luar biasa ini.
Bagi sebagian orang, mungkin ini hanyalah program liburan selama satu minggu.
Namun bagi keluarga kecil kami, program ini memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga.
Program ini mengajarkan saya bahwa keluarga juga perlu diberi waktu. Bahwa anak-anak membutuhkan kenangan bersama orang tuanya. Dan bahwa seorang karyawan yang diberi kesempatan untuk beristirahat akan kembali bekerja dengan pikiran yang lebih segar dan semangat yang baru.
Terima kasih telah memberi kami lebih dari sekadar waktu untuk berlibur.
Terima kasih telah memberi keluarga kecil kami sebuah kenangan yang akan kami ceritakan berulang kali di meja makan, di perjalanan-perjalanan berikutnya, dan mungkin suatu hari nanti kepada anak kami ketika ia sudah dewasa.
Semoga Excellent terus berkembang, semakin sukses, dan selalu menjadi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh karyawannya.
Dan untuk keluarga kecil kami...
Terima kasih telah menemani perjalanan yang mungkin sederhana, penuh tanjakan, sempat panik, bahkan sempat "jackpot", tetapi justru menjadi salah satu kenangan terindah dalam hidup kami.
See yaa^^