30+1

Bulan Agustus selalu menjadi bulan yang spesial bagi saya. Tahun ini, saya resmi memasuki fase 30+1.

Angka yang terdengar sederhana, tapi ternyata membawa cukup banyak cerita.

Di usia ini, doa dan harapan terasa semakin banyak. Bukan lagi sekadar tentang pencapaian untuk diri sendiri, tetapi juga tentang kesehatan keluarga, orang-orang yang kusayangi, pekerjaan, masa depan, dan bagaimana saya ingin menjalani hidup dengan lebih baik.

Tapi di antara banyak hal yang kupikirkan di usia baru ini, ada satu hal sederhana yang kembali membuatku bersyukur, sebuah amplop hadiah ulang tahun dari tempat saya bekerja, PT Excellent.

Dan ternyata, cerita tentang amplop ini bukan sekadar tentang hadiah ulang tahun.

Ada cerita tentang keluarga, tentang sebuah kebijakan di kantor, tentang ucapan yang tidak boleh copy paste ๐Ÿ˜‚, dan tentang bagaimana sesuatu yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang ternyata bisa memiliki arti yang sangat besar bagi orang lain.


Di Excellent, ada sebuah kebijakan yang menurutku cukup istimewa.

Setiap karyawan yang berulang tahun akan mendapatkan hadiah berupa uang dari perusahaan. Hadiah tersebut diberikan dalam sebuah amplop, lengkap dengan kartu ucapan di dalamnya, dan bisa digunakan untuk merayakan ulang tahun bersama keluarga.

Bisa untuk makan bersama orang tua, pasangan, anak, atau sekadar menikmati waktu bersama orang-orang tersayang.

Kedengarannya sederhana, ya?

Tapi ternyata, kebijakan ini pernah membuat Bapakku tidak percaya.

Beberapa tahun lalu, ketika kebijakan ini baru diterapkan, saya bercerita kepada Bapak bahwa saya mendapatkan hadiah ulang tahun dari kantor dan uang tersebut bisa digunakan untuk makan bersama keluarga.

Bapak malah bertanya-tanya.

"Masa ada perusahaan yang sebaik itu sama karyawannya?"

๐Ÿ˜‚

Aku hanya bisa menjelaskan bahwa memang seperti itulah salah satu kebijakan yang diterapkan di Excellent. Dan sebenarnya, hadiah ulang tahun ini hanyalah salah satu dari banyak kebijakan yang dibuat dengan mempertimbangkan kesejahteraan karyawan.

Semakin lama bekerja di sini, saya semakin menyadari bahwa perhatian kepada karyawan tidak selalu harus diwujudkan dalam sesuatu yang besar.

Kadang justru hadir melalui hal-hal sederhana.

Salah satunya adalah ucapan ulang tahun.

Di kantor kami, ketika ada seseorang yang berulang tahun, teman-teman akan memberikan ucapan melalui Telegram.

Dan ada satu hal yang menurut saya lucu sekaligus menarik,

sebisa mungkin, doanya tidak boleh copy paste. ๐Ÿ˜‚

Jadi bukan sekadar:

"Happy birthday, semoga panjang umur, sehat selalu, dan sukses."

Lalu selesai.

Kami berusaha menuliskan doa yang benar-benar ditujukan untuk orang tersebut. Mungkin hanya beberapa kalimat, tetapi setidaknya ada waktu yang kita luangkan untuk memikirkan apa yang ingin kita doakan untuk teman kita.

Awalnya mungkin terlihat seperti hal kecil.

Tapi semakin kupikirkan, ternyata tidak semua orang terbiasa mendapatkan hal seperti itu.

Bagi sebagian orang, ulang tahun mungkin sudah menjadi sesuatu yang biasa. Setiap tahun dirayakan, keluarga mengucapkan, teman-teman mengingat, bahkan mungkin ada kue dan hadiah.

Tetapi ada juga orang-orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah benar-benar merasakan ulang tahunnya dirayakan.

Tidak ada yang mengucapkan.

Tidak ada yang mengingat.

Bahkan mungkin tidak ada yang tahu bahwa hari itu adalah hari kelahirannya.

Dan dari situ saya belajar bahwa sebuah ucapan sederhana bisa memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Mungkin bagi kita, mengetik beberapa kalimat di Telegram hanya membutuhkan waktu satu atau dua menit.

Tapi bagi seseorang yang jarang atau bahkan tidak pernah mendapatkan ucapan ulang tahun, dua menit itu bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Karena yang diingat bukan hanya kata-katanya.

Tetapi perasaan bahwa:

โ€œOh, ternyata ada yang mengingat hari ulang tahun saya.โ€


Mungkin itu juga yang membuat saya semakin menghargai budaya kecil di tempatku bekerja.

Ada amplop yang bisa dibawa pulang untuk makan bersama keluarga.

Ada kartu ucapan yang menjadi bagian dari hadiah.

Ada pesan-pesan di Telegram yang mungkin hanya muncul sekali dalam setahun.

Namun di balik semua itu, ada pesan yang lebih besar,

kamu dihargai, kamu diingat, dan keberadaanmu berarti.

Dan di usia 30+1 ini, saya semakin memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dalam bentuk sesuatu yang besar.

Kadang kebahagiaan hadir dalam sebuah amplop.

Dalam sebuah kartu ucapan.

Dalam pesan Telegram yang ditulis dengan doa yang tidak copy paste. ๐Ÿ˜‚

Atau sesederhana makan bersama keluarga menggunakan hadiah ulang tahun dari tempat kita bekerja.

Untuk usia saya yang baru ini, doa saya mungkin juga semakin banyak dan sederhana.

Semoga diberikan kesehatan untuk orang-orang yang kusayangi.

Semoga keluarga saya selalu dalam keadaan baik.

Semoga rezeki yang datang selalu cukup dan berkah.

Semoga pekerjaan yang saya jalani membawa kebaikan.

Semoga saya tetap punya kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi manusia yang lebih baik.

Dan semoga, di usia yang semakin bertambah ini, saya tidak pernah terlalu sibuk untuk mengingat hari-hari penting orang-orang di sekitar saya.

Karena semakin bertambah usia, saya semakin percaya bahwa ada banyak hal kecil yang sebenarnya layak untuk disyukuri.

Terima kasih, Excellent.

Bukan hanya untuk hadiah ulang tahunnya, tetapi juga untuk setiap perhatian kecil yang membuat kami sebagai karyawan merasa dihargai dan diperhatikan.

Dan untuk diri saya sendiri:

Selamat datang di 30+1.

Semoga tahun ini membawa lebih banyak kesehatan, keberkahan, kesuksesan, cinta, dan cerita-cerita baik.

Aamiin... ๐Ÿค